Mengenal Serial Kartun Animasi Upin dan Ipin

Mengenal Serial Kartun Animasi Upin dan Ipin - Siapa yang tidak mengenal Serial kartun animasi Upin dan Ipin. Serial Animasi yang diproduksi LES 'Copaque tentang sepasang anak kembar yang berumur 5 tahun bernama Upin dan Ipin yang mengalami pengalaman pertama mereka di bulan Ramadhan. Namun karena Serial animasi ini dinilai bisa dimainkan di semua waktu selain ramadhan, Maka Upin dan ipin juga memiliki banyak episode yang bukan saja tayang untuk bulan ramadhan saja. Serial animasi Upin dan ipin dibuat sedemikian rupa untuk menjadi sederhana, lucu dan juga kocak. Nenek mereka, Opah. dan kakak mereka, Ros akan memberikan nasihat dan bimbingan di dalam setiap episodenya.


Pada awalnya Upin & Ipin termasuk sebagai gagasan dari film Geng : Pengembaraan Bermula, Upin & Ipin dibuat oleh Mohd. Nizam Abdul Razak, Mohd. Safwan Abdul Karim, dan Usamah Zaid, para pemilik Les' Copaque. Ketiganya merupakan bekas mahasiswa dari Multimedia University Malaysia yang awalnya bekerja sebagai pekerja di sebuah organisasi animasi sebelum akhirnya bertemu dengan bekas pedagang minyak dan gas, Haji Burhanuddin Radzi yang salah satu lulusan Institute Teknologi Bandung dan istrinya bernama H. Ainon Ariff pada tahun 2005, lalu membuka organisasi Les' Copaque.

Awalnya, Upin & Ipin ditayangkan khusus untuk menyambut Ramadan pada tahun 2007 untuk mendidik anak-anak supaya mengetahui arti dan kepentingan dari Bulan Suci Ramadan. Nizam percaya, bahwa aspek kebudayaan Malaysia yang berlatarkan sebagai sebuah kampung yang sederhana pasti dapat menarik minat pasar internasional. Seperti pada kartun animasi Doraemon asal Jepang yang laris di seluruh dunia meskipun berlatarkan budaya setempat dan buka budaya internasional. Dan lagi, Reputasi Les' Copaque sebagai organisasi terkenal mulai dibentuk oleh popularitas Upin & Ipin bukan saja di Malaysia, malah di beberapa negara lain yang meng-import kartun ini khususnya di Negara kita, Indonesia.

Judul              : Upin dan Ipin
Durasi waktu  : 7 Menit / Episode
Tipe               : Series TV
Bahasa           : Malaysia, Inggris, dan Mandarin
Dimulai           : Agustus 2007
Kata Safwan, "Kami memulai seri animasi empat menit ini untuk menguji penerimaan pasar lokal serta mengukur bagaimana reaksi pada kemampuan penceritaan kami. Sambutan meriah terhadap kartun pendek ini mendorong Les' Copaque agar menerbitkan satu musim lagi menyambut bulan Ramadan yang seterusnya.
Tak hanya ditonton oleh orang Malaysia, Serial Animasi Upin dan Ipin juga dapat ditonton di Disney Channel, MNCTV (Indonesia, dan Hilal TV (Turkey). dibalik kesuksesan upin dan ipin, Ada juga Penghargaan yang diraihnya seperti :

  • Festival Film Internasional Kuala Lumpur 2007
  • Animasi Terbaik
  • Penghargaan Shout! 2009
  • Best On-Screen Chemistry
  • World Brand Congress 2010, India
  • Brand Leadership Award
  • NEF-Awani ICT Awards 2010
  • NEF-Awani Tun Dr Mahathir Award
  • Malaysia Book of Records (2011)
  • Animasi Paling Terkenal
  • Penghargaan The BrandLaureate 2010
  • Best Brands in Animation
  • Anugerah Bintang Popular Berita Harian 2012
  • Karakter Animasi Lokal Paling Populer
  • Duta Besar Nasional UNICEF Malaysia 2013

Salah satu faktor kesuksesan Animasi Upin dan Ipin selain dari segi cerita yang sederhana, kocak, dan mendidik, juga berkat kepiawaian para pengisi suaranya. Tak hanya anak-anak yang menjadi pengisi suara karakter Upin dan Ipin serta kawan-kawan, tetapi juga banyak orang dewasa yang terlibat. Berikut Pengisi suara Tokoh yang ada di dalam Serial Animasi Upin dan Ipin diantaranya :

Asyiela Putri (Sebagai Upin & Ipin)

Asyiela Putri merupakan pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Pertama di Malaysia. Usianya sudah 14 tahun. Asyiela Putri baru terlibat sebagai pengisi suara Upin dan Ipin pada bulan Januari tahun 2010 lalu. Sebelumnya, suara Upin dan Ipin diisi oleh Nurfathiah yang juga berusia 10 tahun. Namun, karena kesibukan Nurfathiah dan saat ini mendekati ujian, Nurfathiah keluar dari Les Copaque dan digantikan oleh Asyiela Putri.

Ida Syaheera (Sebagai Kak Ros)

Menjadi pengisi suara pameran Kak Ros yang terkenal galak (Pemarah) dan selalu melarang Upin dan Ipin membuat beban tersendiri bagi Ida Syaheera. Di kehidupan sehari-hari, Ida Syaheera merupakan karakter yang sangat ceria dan suka tertawa. Jadi, ketika harus berperan mengisi suara Kak Ros, Ida mengaku harus mendalami karakter lebih dalam.

Ainon Ariff (Sebagai Opah)

Sebagai Opah dari dua bocah kembar Upin dan Ipin, Karakter suara Opah memang harus berat dan lebih dewasa. Untuk itu, Ainon Ariff dipilih untuk menjadi Opah dalam serial Animasi ini. Ainon Ariff selain dikenal sebagai Opah, ternyata juga istri pemilik Les Copaque, H. Burhanuddin Md Radzi. Ainon bahkan merupakan salah satu penyukses Les Copaque, karena dari dialah ide cerita Upin dan Ipin ini terlahir dan meledak hingga terkenal seperti sekarang.

Syahmi (Sebagai Ehsan)

Dalam kehidupan sehari-hari, Syahmi terkenal sebagai anak yang pandai berbicara. Entah disengaja atau tidak, karakter sang ketua kelas dalam serial Upin dan Ipin ini juga gemuk, seperti Syahmi. Syahmi menjadi pengisi karakter suara Ehsan karena memiliki suara yang berat. "Kita selalu diarahkan untuk membaca gerak dari Ehsan. Kadang intonasi tidak pas, makanya terkadang diulang-ulang," ujar Syahmi. Karena sering memerankan tokoh Ehsan, Syahmi mengaku saat sekolah sering bertindak seperti Ehsan."Tapi saya tidak sombong," lanjut Syahmi.

Hasrul (Sebagai Mail)

Anaknya pendiam dan tidak banyak bicara. Hasrul yang kini berusia 12 tahun dan pengisi karakter suara Mail ini, akan banyak bicara jika sudah di studio. Hasrul anak yang periang. Tetapi jika berhadapan dengan banyak orang, Hasrul terlihat banyak diam.

Tan Ying Sowk (Sebagai Mei Mei)

Sebagai anak keturunan China, Mei-Mei memang memiliki intonasi suara yang berbeda. Makanya, LesCopaque mempercayakan pengisi karakter suara Mei-Mei ini kepada Tan Ying Sowk. Tan Ying Sowk merupakan salah satu karyawan dari Les Copaque dengan jabatan production supervisor. ”Karena saya China, makanya saya diminta untuk mengisi karakter Mei- Mei,” ujarnya.


Sumber Referensi :




Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment